Tenang! Bersama Allah semua aman :)
Alhamdulillah atas segala nikmat yang Allah berikan kepadaku hingga detik ini. Ingin menangis rasanya mensyukuri segala kebahagiaan yang telah Dia berikan.
ku ingin bercerita tentang kejadian beberapa hari yang lalu, ketika minggu UTS berlangsung.
Aku seorang mahasiswi semester 6 yang sangat ceroboh membuat kesalahan fatal saat hari ke 3 ujian.
Hari selasa ketika aku mencetak kartu ujian dikertas, aku mengamati sebentar jadwal yang tertera disana,
"oh, ujiannya cuma sampai hari kamis"gumamku dalam hati.
dari selasa hingga rabu, aku menjalani ujian seperti biasa, tidak terlalu banyak belajar karena yang diujikan biasanya analisis kasus, hingga ketika hari kamis tiba, aku dengan leganya tidur sampai pagi jam 7.24. Kebetulan ketika itu aku sedang dalam masa haid. Seperti wanita lain pada umumnya, kami memanfaatkan waktu untuk bisa tidur agak siang :V (contoh buruk)
setelah terbangun aku menstabilkan diriku sebentar kemudian berencana untuk main instagram sampai jam 8 setelah itu baru memulai aktivtas yang lain. Baru saja aku membuka kunci layar smartphone, terdengar ketukan dari pintu.
"adet, udah bangun?" suara wulan terdengar sayup-sayup
"udah, kenapa lan?" sahutku
"adet ga ujian HAKI?"sontak kalimatnya ini membuatku panik
"ha? ujian? setau aku ga ada ujian hari ini"suaraku mulai bergetar, memikirkan kemungkinan terburuk bahwa aku salah ingat jadwal ujian. Aku langsung bangun dari tempat tidur, secepat mungkin meraih tas yg ada di sudut kamar kemudian menarik selembar kertas yang tercetak jdwal ujian di atasnya.
Dan benar saja! Disana tertera HAKI, Jum'at 9 Maret 2018, 07.30-09.30
Astaghfirullah, aku beristighfar berkali-kali
"wulan bener, aku ada ujian!"teriakku merengek penuh kekhawatiran kepada Wulan yang masih dibalik pintu. Aku liat layar smartphoneku menunjukkan pukul 07.34
Aku tanpa pikir panjang langsung berlari ke arah kamar mandi cuci muka tanpa gosok gigi (jorok bgt ya Allah >-<)
Aku sedikit beruntung tidak perlu ganti baju karna masih memakai gamis yang kugunakan hari ssebelumnya (yaampun >-< cwe macam apa) karna ga semepet ganti baju sebelum tidur, udah ngantuk bgt
kutarik bergo hitam lusuh yang tergantung di dinding, masker untuk menutupi wajah dekil kemudian kaos kaki dr lemari dengan secepat mungkin yg kubisa. Tiba-tiba aku teringat suatu hal,
AKU BELUM BELAJAR S-A-M-A S-E-K-A-L-I. Astaghfirullah, aku kembali beristighfar. Aku mulai patah semangat dan merasakan keputusasaan. Aku bisa jawab apa? materi yang diujikan sudah diberi tahun bapaknya pada pertemuan terakhir. Bukan materi sih menurutku, lebih ke bocoran soal sepertinya :'V
Tapi, dengan keadaan seperti itu jika aku belajar dan mecari materinya semalem, pasti aku bisa mendapatkan nilai yang baik atau bahkan sempurna! pikiran-pikirn jahat mulai berseliweran di kepalaku. "hayolo Tia, masih yakin bisa jujur ujian disaat seperti ini? kamu bisa dapet nilai 30 atai 40 lo dengan isi kepala kamu yang kosong saat ini"
Aku yang setiap semester selalu mengadang-gadangkan proker LDK kampusku tentang GUB (Gerakan Ujian Bersih) merasa menampar balik diriku dengan apa-apa yang pernah aku sampaikan kepada teman-temanku.
"Tia, kamu yang selalu menjunjung kejujuran selama 6 semester ini, masa dengan keadaan seperti ini kamu langsung lemah! semangat sekarang kamu bukan hanya diuji dosenmu lewat pemahaman ilmu yang dia berikan, tetapi Allah juga ingin melihat keteguhan hatimu, bisakah kamu melewati ujian kejujuran ini?" batinku berkecamuk.
Sekitar pukul 07.40 aku sudah diatas motor dianter Wulan ke kampus. Alhamdulillah, aku bersyukur karena Allah menitipkan teman yang senantiasa selalu menolongku terlebih dalam keadaan seperti ini :') selama 4 menit perjalanan diatas motor aku sempat membolak-balik catatanku dan satu hal yang mebuatku tersadar, CATATANKU KOSONG! bukan, NYARIS KOSONG!
selama di kelas aku jarang melengkapi catatan, karna dosennya sediri bilang, "kalian ga usah nyatet, atau foto slide, ga bakalan di baca juga pas ujian" aku si iman lemah, dengan bodohnya mengiyakan saja omongan bapaknya.
skarang baru aku tersadar, dalam keadaan seperti sekarang, tidak sempat mebuat kisi-kisi sesuai bocoran bapaknya dan tidak bisa browsing mteri lewat hp karna tidak punya kuota internet, catatan adalah satu-satunya benda berharga yang tersisa.
tapi setidaknya aku masih harus bersyukur, masih ada goresan tanganku yang bisa dijadikan bekal ujian walaupun sangat sangat sedikit.
sesampainya di kampus sekitar pukul 07.44 aku sudah pasrah, rasanya tak ada lagi yang bisa kuusahakan sebelum memasuki ruang ujian selain berdoa minta petunjuk dari Allah. Berapapun hasilnya sudah tak terlalu aku pikirkan. Yang harus kusyukuri waktu itu, aku masih diizinkan Allah mengikuti UTS dengan menggerakkan hati wulan membangunkanku di saat yang sangat tepat. Jika saja Waktu itu Wulan tidak ingat kalo aku mengambil mata kuliah HAKI dan tak ada satu orangpun yang memberitahuku saat itu maka bisa dipastikan aku gagal dan harus mengulang tahun depan. :')
memasuki ruang ujian dengan keterlambatan kurang lebih 15 menit, aku lagi-lagi harus bersyukur, aku masih diperbolehkan masuk oleh pengawas. kelas saat itu sangat hening, menambah ketegangan yang aku rasakan. Jantungku masih berdegup kencang, dan bertambah lagi ketika aku mulai membaca soal yang diberikan
dan WOW! soalnya kurang lebih sangat sama seperti kisi-kisi yang belum sempat aku cari materinya itu >-<
" ya Allah lancarkan lah ujian ini, berikan aku kelapangan fikiran agar aku bisa mnegingat apa yang dosenku pernah jelaskan di kelas"
Aku dengan segenap kepasrahan menuliskan kalimat demi kalimat yang sebagian besarnya hasil memeras otak hingga kering agar memori memori 7 pertemuan yang lalu bisa aku ingat.
satu persatu teman-temanku pergi meningglkan ruang ujian, cepat sekali! ada yang baru 30 menit ujian sudah keluar :') mungkin mereka memang sudah mempersiapkan diri batinku.
hingga akhirnya yang tersisa hanya duang 2 orang di kelas itu, aku dan pengawas ujian :,)
aku tak ingin gegabah, tak ingin terpancing menyelesaikan ujian dengan cepat gara-gara teman-temanku sudah keluar duluan. Ini ikhtiar terakhirku yang bisa aku lakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan bekalku yang sedikit.
sekitar 45 menit sebelum ujian berakhir aku mengumpulkan lembar jawabanku, lagi-lagi aku pasrah menggantungkan harapan hanya ke Allah, aku sadar ada banyak jawaban yang sebenarannya sangat diragukan :'v
setelah kejadian itu, dari semua mata kuliah yang diujikan rasanya, HAKI adalah ujian yang paling buruk persiapannya, kekhawatiranku mulai menggebu lagi ketika satu persatu nilai ujian sudah keluar.
dan ALHAMDULILLAHIRABBIL 'ALAMIN
segala puji bg Allah Tuhan Semesta Alam
Tak ada yang perlu dikhawatirkan jika kita selalu menghadirkan Allah dalam setiap urusan kita.
Dan Allah ada sebaik-baik Penolong :')
Mudah bagi Allah menggerakkan hati dosen mau beri nilai berapa, yang sulit itu untuk selalu menjunjung kejujuran disaat tertekan seperti kejadian yang menimpaku itu :')
semangaaat! keep honest, Indonesia masih butuh kamu untuk membangun masa depan :)
ku ingin bercerita tentang kejadian beberapa hari yang lalu, ketika minggu UTS berlangsung.
Aku seorang mahasiswi semester 6 yang sangat ceroboh membuat kesalahan fatal saat hari ke 3 ujian.
Hari selasa ketika aku mencetak kartu ujian dikertas, aku mengamati sebentar jadwal yang tertera disana,
"oh, ujiannya cuma sampai hari kamis"gumamku dalam hati.
dari selasa hingga rabu, aku menjalani ujian seperti biasa, tidak terlalu banyak belajar karena yang diujikan biasanya analisis kasus, hingga ketika hari kamis tiba, aku dengan leganya tidur sampai pagi jam 7.24. Kebetulan ketika itu aku sedang dalam masa haid. Seperti wanita lain pada umumnya, kami memanfaatkan waktu untuk bisa tidur agak siang :V (contoh buruk)
setelah terbangun aku menstabilkan diriku sebentar kemudian berencana untuk main instagram sampai jam 8 setelah itu baru memulai aktivtas yang lain. Baru saja aku membuka kunci layar smartphone, terdengar ketukan dari pintu.
"adet, udah bangun?" suara wulan terdengar sayup-sayup
"udah, kenapa lan?" sahutku
"adet ga ujian HAKI?"sontak kalimatnya ini membuatku panik
"ha? ujian? setau aku ga ada ujian hari ini"suaraku mulai bergetar, memikirkan kemungkinan terburuk bahwa aku salah ingat jadwal ujian. Aku langsung bangun dari tempat tidur, secepat mungkin meraih tas yg ada di sudut kamar kemudian menarik selembar kertas yang tercetak jdwal ujian di atasnya.
Dan benar saja! Disana tertera HAKI, Jum'at 9 Maret 2018, 07.30-09.30
Astaghfirullah, aku beristighfar berkali-kali
"wulan bener, aku ada ujian!"teriakku merengek penuh kekhawatiran kepada Wulan yang masih dibalik pintu. Aku liat layar smartphoneku menunjukkan pukul 07.34
Aku tanpa pikir panjang langsung berlari ke arah kamar mandi cuci muka tanpa gosok gigi (jorok bgt ya Allah >-<)
Aku sedikit beruntung tidak perlu ganti baju karna masih memakai gamis yang kugunakan hari ssebelumnya (yaampun >-< cwe macam apa) karna ga semepet ganti baju sebelum tidur, udah ngantuk bgt
kutarik bergo hitam lusuh yang tergantung di dinding, masker untuk menutupi wajah dekil kemudian kaos kaki dr lemari dengan secepat mungkin yg kubisa. Tiba-tiba aku teringat suatu hal,
AKU BELUM BELAJAR S-A-M-A S-E-K-A-L-I. Astaghfirullah, aku kembali beristighfar. Aku mulai patah semangat dan merasakan keputusasaan. Aku bisa jawab apa? materi yang diujikan sudah diberi tahun bapaknya pada pertemuan terakhir. Bukan materi sih menurutku, lebih ke bocoran soal sepertinya :'V
Tapi, dengan keadaan seperti itu jika aku belajar dan mecari materinya semalem, pasti aku bisa mendapatkan nilai yang baik atau bahkan sempurna! pikiran-pikirn jahat mulai berseliweran di kepalaku. "hayolo Tia, masih yakin bisa jujur ujian disaat seperti ini? kamu bisa dapet nilai 30 atai 40 lo dengan isi kepala kamu yang kosong saat ini"
Aku yang setiap semester selalu mengadang-gadangkan proker LDK kampusku tentang GUB (Gerakan Ujian Bersih) merasa menampar balik diriku dengan apa-apa yang pernah aku sampaikan kepada teman-temanku.
"Tia, kamu yang selalu menjunjung kejujuran selama 6 semester ini, masa dengan keadaan seperti ini kamu langsung lemah! semangat sekarang kamu bukan hanya diuji dosenmu lewat pemahaman ilmu yang dia berikan, tetapi Allah juga ingin melihat keteguhan hatimu, bisakah kamu melewati ujian kejujuran ini?" batinku berkecamuk.
Sekitar pukul 07.40 aku sudah diatas motor dianter Wulan ke kampus. Alhamdulillah, aku bersyukur karena Allah menitipkan teman yang senantiasa selalu menolongku terlebih dalam keadaan seperti ini :') selama 4 menit perjalanan diatas motor aku sempat membolak-balik catatanku dan satu hal yang mebuatku tersadar, CATATANKU KOSONG! bukan, NYARIS KOSONG!
selama di kelas aku jarang melengkapi catatan, karna dosennya sediri bilang, "kalian ga usah nyatet, atau foto slide, ga bakalan di baca juga pas ujian" aku si iman lemah, dengan bodohnya mengiyakan saja omongan bapaknya.
skarang baru aku tersadar, dalam keadaan seperti sekarang, tidak sempat mebuat kisi-kisi sesuai bocoran bapaknya dan tidak bisa browsing mteri lewat hp karna tidak punya kuota internet, catatan adalah satu-satunya benda berharga yang tersisa.
tapi setidaknya aku masih harus bersyukur, masih ada goresan tanganku yang bisa dijadikan bekal ujian walaupun sangat sangat sedikit.
sesampainya di kampus sekitar pukul 07.44 aku sudah pasrah, rasanya tak ada lagi yang bisa kuusahakan sebelum memasuki ruang ujian selain berdoa minta petunjuk dari Allah. Berapapun hasilnya sudah tak terlalu aku pikirkan. Yang harus kusyukuri waktu itu, aku masih diizinkan Allah mengikuti UTS dengan menggerakkan hati wulan membangunkanku di saat yang sangat tepat. Jika saja Waktu itu Wulan tidak ingat kalo aku mengambil mata kuliah HAKI dan tak ada satu orangpun yang memberitahuku saat itu maka bisa dipastikan aku gagal dan harus mengulang tahun depan. :')
memasuki ruang ujian dengan keterlambatan kurang lebih 15 menit, aku lagi-lagi harus bersyukur, aku masih diperbolehkan masuk oleh pengawas. kelas saat itu sangat hening, menambah ketegangan yang aku rasakan. Jantungku masih berdegup kencang, dan bertambah lagi ketika aku mulai membaca soal yang diberikan
dan WOW! soalnya kurang lebih sangat sama seperti kisi-kisi yang belum sempat aku cari materinya itu >-<
" ya Allah lancarkan lah ujian ini, berikan aku kelapangan fikiran agar aku bisa mnegingat apa yang dosenku pernah jelaskan di kelas"
Aku dengan segenap kepasrahan menuliskan kalimat demi kalimat yang sebagian besarnya hasil memeras otak hingga kering agar memori memori 7 pertemuan yang lalu bisa aku ingat.
satu persatu teman-temanku pergi meningglkan ruang ujian, cepat sekali! ada yang baru 30 menit ujian sudah keluar :') mungkin mereka memang sudah mempersiapkan diri batinku.
hingga akhirnya yang tersisa hanya duang 2 orang di kelas itu, aku dan pengawas ujian :,)
aku tak ingin gegabah, tak ingin terpancing menyelesaikan ujian dengan cepat gara-gara teman-temanku sudah keluar duluan. Ini ikhtiar terakhirku yang bisa aku lakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan bekalku yang sedikit.
sekitar 45 menit sebelum ujian berakhir aku mengumpulkan lembar jawabanku, lagi-lagi aku pasrah menggantungkan harapan hanya ke Allah, aku sadar ada banyak jawaban yang sebenarannya sangat diragukan :'v
setelah kejadian itu, dari semua mata kuliah yang diujikan rasanya, HAKI adalah ujian yang paling buruk persiapannya, kekhawatiranku mulai menggebu lagi ketika satu persatu nilai ujian sudah keluar.
dan ALHAMDULILLAHIRABBIL 'ALAMIN
segala puji bg Allah Tuhan Semesta Alam
Tak ada yang perlu dikhawatirkan jika kita selalu menghadirkan Allah dalam setiap urusan kita.
Dan Allah ada sebaik-baik Penolong :')
Mudah bagi Allah menggerakkan hati dosen mau beri nilai berapa, yang sulit itu untuk selalu menjunjung kejujuran disaat tertekan seperti kejadian yang menimpaku itu :')
So, intinya
1. Sebagai seorang muslim dan muslimah hendaknya kita memiliki sikap disiplin dan teratur sehinggah hal-hal seperti diatas dapat terhindari
2. Segerakanlah melakukan kebaikan sebelum menjadi malas atau lupa, mencatat misalnya :')
3. Jangan pernah menggadaikan akhiratmu untuk dunia, bersusah payah mencontek demi nilai bagus yang nantinya hanya menjadi sebongkah angka di atas kertas, tapi azabnya pedih hingga akhirat
4. Tinggalkanlah sesuatu karena Allah, maka Allah akan gantikan yang lebih baik dr apa yang kau lepaskan
semangaaat! keep honest, Indonesia masih butuh kamu untuk membangun masa depan :)
Komentar
Posting Komentar